ISYF Gelar “Indonesia Youth Forum” 2014 di Wakatobi

Jakarta, 7 Mei 2014 – Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) menyelenggarakan “Indonesia Youth Forum ke-3” yang akan pada
tanggal 21-24 Mei 2014 di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara dengan tema “The Role of Youth : Action on preserving heritage and marine tourism sustainability”
IYF 2014 akan mempertemukan 300 orang pemimpin muda berprestasi kreatif dan inovatif, berusia 17-21 tahun yang memiliki kontribusi terhadap lingkungan mereka melalui proyek sosial yang mereka gagas” ungkap A. Fajar Kurniawan, Founder & Director ISYF.
Untuk mengikuti kegiatan Indonesia Youth Forum 2014 calon peserta IYF 2014 akan mempertemukan 300 orang pemimpin muda berprestasi kreatif dan inovatif, berusia 17-21 tahun yang memiliki kontribusi terhadap lingkungan mereka melalui proyek sosial yang mereka gagas” ungkap A. Fajar Kurniawan, Founder & Director ISYF.Untuk mengikuti kegiatan Indonesia Youth Forum 2014 calon peserta melalui rangkaian seleksi dimulai seleksi administrasi, social project hingga seleksi online interview oleh panitia. Dari total 1024 peserta yang mendaftar sebanyak 250 terseleksi oleh panitia. Selain dari peserta yang mendaftar secara online panitia membuka kuota 50 orang untuk anak muda lokal, supaya terjadi sharing pemikiran dan menjaga keberlanjutan agenda-agenda pengembangan anak muda di Wakatobi.
“Ada beragam proyek sosial menarik yang digagas oleh para Delegasi terpilih, ada yang memanfaatkan IT untuk mendukung gaya hidup sehat, komunitas pemuda di wilayah perbatasan, hingga pusat parenting untuk mendukung peranan orang tua dalam memperbaiki karakter anak bangsa” tambah Yute Intan Apsari selaku Project Officer IYF 2014.
Indonesia Youth Forum 2014 akan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga yaitu Bapak Roy Suryo, beberapa rangkaian kegiatan akan dilakukan pada Indonesia Youth Forum 2014 yaitu Meet The CEO dengan PT. Microsoft Indonesia, Coca-Cola Foundation, David Hulse selaku CEO Ford Foundation Indonesia. Ministrial Forum Kemenparekraft RI, Kemenpora RI. Program Live In bersama Suku-suku setempat turut dicanangkan, selain itu 9 Alumni IYF 2013 akan mendemonstrasikan perjalanan proyek sosial mereka. Hadir pula pada sesi Meet The Leader, Bapak Jend. Purn. Luhut B. Panjaitan dan tentunya Bupati Wakatobi yaitu Bapak Hugua untuk berbagi pengalaman.

Page 2
“ Dengan diselenggarakannya Indonesia Youth Forum di Wakatobi, besar harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah dalam rangka pembangunan khususnya terhadap pengembangan dan pemberdayaan generasi muda Wakatobi, selain itu juga kami berharap anak-anak muda yang hadir dari berbagai daerah untuk mengikuti forum ini dapat menjadi duta promosi untuk Kabupaten Wakatobi di daerah nya masing-masing ketika sudah pulang.” Tutur Ir. Hugua Bupati Wakatobi. Kegiatan Indonesia Youth Forum 2014 tahun ini didukung dari berbagai pihak dari mulai pemerintahan hingga pihak swasta yaitu, kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Daerah Wakatobi, Tanoto Foundation, dan Telkomsel.
Tentang Indonesia Student and Youth Forum (ISYF)
Forum Pelajar & Pemuda Indonesia atau Indonesia Student & Youth Forum
(ISYF)berdiri atas dasar kesadaran dan kepedulian sekelompok pemuda untuk ikut
terlibat aktif dalam pembangunan pemuda di Indonesia melalui pengembangan dan
pemberdayan sumber daya pemuda. Forum tersebut secara didirikan pada tahun
2010. Forum tersebut lahir dari perjalanan sejarah yang telah diukir secara
monumental oleh pemuda. Beberapa kegiatan yang telah menjadi inspirasi lahirnya
forum tersebut diantaranya penyelenggaraan program International Youth Forum
2008, International Youth Camp 2009, Asean University Student Forum 2009, Asia
Africa Youth Forum 2010, serta Forum Pelajar Indonesias sejak tahun 2009-sekarang
(setiap tahun), Indonesia Youth Forum sejak 2012-sekarang (setiap tahun). Kegiatan-
kegiatan tersebut telah berhasil memberdayakan dan mengembangan pemuda
Indonesia yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Forum Pelajar & Pemuda Indonesia atau Indonesia Student & Youth Forum
(ISYF)didirikan sebagai ruang bagi pemuda Indonesia, khususnya yang berusia
15-25 tahun untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program sesuai dengan
potensi, hobi, pengetahuan, keterampilan dan cita-citanya. Program tersebut berpijak
pada isu pendidikan, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, kebudayaan dan sosial
kemasyarakatan. Forum ini hadir sebagai upaya dan bentuk partisipasi nyata dalam
pembangunan pemuda di Indonesia


Being An Open-Minded Person

New year, new me.

We all know that we don’t have to wait until New Year to start something new or something better. But we want to share an interesting article. Somehow, we have to see the world in different point of view, to restrain our ego, to listen to other’s opinion, and of course to make ourselves happier. Being an open minded person is one of some ways to be happier. But how to be an open-minded person?




Here we go..

If we increase the activity of our brain for at least 1 hour every day by innovative thinking or being stimulated by new experiences, we can be smarter, more energetic, more creative, more able to socialize, and be able to receive a variety of new experiences including enjoying the change of our way of thinking.
The key is always being open to any new experience and ready to change the old mindset if necessary.

Some tips that need to be done to stimulate our brains are as follows:


1)      Don’t  let your brain stops working when you’re waiting for something, queuing, or when you have nothing to do. Try to count silently, to calculate multiples of 2, such as 1, 2, 4, 8, 16, 32 and so on. Or do other things that can stimulate the intelligence. Do not play on Facebook or any social media while waiting in the line because it can’t make you more open-minded and doesn’t make you more intelligent.

2)      Review your ‘belief system’. If so far you believe that science is everything, try to find if there is something that can’t be explained by science. Likewise, if you believe all this time that God is the beginning of everything, try to find if there is something that can’t be explained by the existence of god. If all this time your favorite food is ‘opor ayam’, try to enjoy other kind of food. You will also know why people like ‘gado-gado’ or maybe ‘lontong sayur’.


3)      Reach the highest point that can be achieved by your body. Do the most strenuous exercise you can do, or do your mind by thinking the hardest thing ever. Do something to feel what it was like to experience other sensations such as sitting on the ice, playing rubic cube, spin a pencil on your finger, or sleeping on the floor. You can try whatever you think is pretty sensational. In this way you will have a new data stored in your memory and it can be used for subsequent perception.


4)      Simulate all your senses. Go to enjoy some paintings and observe why they could be liked by others. Listen to the music that you think sucks, such as trumpet music or classical music. Watch for the type of movie you do not like, such as a romantic drama movie or even cartoon. Find out what is causing people likes those movies. Try also to play the guitar or piano and finish the whole song you selected.


5)      Try to hang out with people from various communities, economic levels, and lifestyles. Such as taxi drivers, minibus drivers, security guards, office boy, toll gate keeper, manager, member of the party, mosque / church officer, and any others. If you are waiting for something and there are strangers by your sides, try to open a conversation with them and observe why it is so easy to start communication.

6)      Learn something new. If you’ve never cooked, try to search for some cooking recipes and do any testing. Learn various languages ​​and do it. Watch some films on Discovery Channel or Animal Planet. Reduce watching soap operas because there is nothing you can get from there. Or you can emulate Leonardo da Vinci who wrote his notes with letters from back to front. Furthermore, try to draw something. Start of drawing with pencil or crayon to draw the other.


7)      Learn various cultures that exist. Learn also how political or religious views of others. Maybe it will make you feel nauseous at first, but continue your efforts so that you know how far the political views and religion of others of even yours. See if there is an ego that plays there or not, and if there is another look at why it may appear. Try to enjoy cuisine from different regions or countries and observe why it could be liked by other people.


8)      Eliminate your fears. Don’t be afraid to disassemble damaged equipments. Try to unload your damaged phone by using the instructions from YouTube. Even if you can’t return it, yet there is a handyman service that can do it, but try it first without any hesitation.


9)      Try to close your eyes and your ears, then do your activities as usual. You will know how to do things differently but have the same expected results. Try also to type by your toe thumbs.


10)   Play a strategic game (such as Sim City) or games that require coordination of eyes, hands and mind (such as Need for Speed). Try to imagine and wonder why there are many stories of people missing in Bermuda triangle and other mysteries that haven’t been revealed until now.


11)   Try to do some travelling. You will meet with various types of people and you will see so many things that haven’t been in your memory data.


12)   If you’re in a holiday, try to enjoy the day without checking the time. For Indonesia, this can be difficult because the sound of the ‘azan’ automatically notifies you what time is it about, unless you’re in a soundproof room.



These 12 tips can be summarized into 3 pieces top tips:
1. Observe your own thoughts. Life is filled with choices. Why do you prefer A than B. What are the arguments in favor of that choice, and also if you are able to change the option A to B. If you’re not able, think about what causes it and whether you are able to change the cause of it.
2. You have to do a lot of observation and trial and error. The trial of all the things you don’t know if it exists at the chance and the opportunity to try it. You must be ready to accept something new and if necessary, change your point of view in accordance with the new terms.
3. Think about what others think and think about what arguments in favor of this opinion. If you think the argument is wrong, think about why it can go wrong and what causes the error. You should be able to think of ALL the possibilities that exist as far as you are able. You won’t be called as an open-minded person as long as you just stick to one or several possibilities only.


This article is written by Lambang MH ( and translated by JeniRahman.

The Winner of Our Logo Competition

Congratulations to Lukas (@rexluc) who has made this logo and become the winner of the logo design competition. Here’s the logo:ImageLukas has explanation on the philosophical meaning behind the logo. This is what explained to us: (in indonesian)

saya mengambil bentuk wayang kulit (salah satu kebudayaan Indonesia)
yang bernama Gunungan.
Gunungan pada wayang kulit berbentuk kerucut (lancip), disini
melambangkan kehidupan manusia, semakin tinggi ilmu kita dan bertambah
usia, kita harus semakin mengerucut ke tingkat yang lebih sempurna
(jiwa, rasa, cipta, karsa dan karya) dalam kehidupan kita. Singkatnya,
hidup manusia ini untuk menuju yang di atas, kesempurnaan (Tuhan).

saya memilih warna merah, karena itu merupakan warna darah, lambang
semangat untuk hidup.

Jadi inti logonya, kita sebagai orang Indonesia haus punya semangat
hidup untuk mencapai kesempurnaan, padahal kodrat manusia tidak ada
yang sempurna. Jadi untuk mencapai kesempurnaan itu, kita harus
bersatu, saling membantu & melengkapi.

Again, Congratulations to @RexLuc!

Refleksi Kemerdekaan

Tepat 17 Agustus tahun ini, bangsa ini telah genap berumur 68 tahun. Usia 68 tahun sudah bisa dikategorikan sebagai usia yang cukup dewasa untuk suatu Negara. Usia yang cukup untuk mewujudkan cita-cita para pahlawan yang berkorban demi kemerdekaan. Sebuah harapan akan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Tapi, apakah cita-cita para pendiri bangsa itu sudah terwujud sekarang? Mungkin iya, mungkin pun tidak.

Banyak sekali kritik yang disampaikan kepada Negara tercinta ini, kepada para pemimpinnya, bawahannya anak mudanya, golongan tuanya, sistemnya, konglomeratnya, bahkan sampai duta-duta dinegara asingnya. Lihat saja komentar-komentar negatif yang terlihat di media cetak, elektronik, bahkan bisa kita dengar di warung kopi dan tempat arisan ibu-ibu.

Mungkin, sebagian dari kita berfikir, “Apa tidak ada hal-hal yang baik di Indonesia?” Tentu saja ada. Dibalik keluhan serta kritik tersebut, ada puluhan bahkan ratusan keberhasilan yang ditorehkan anak bangsa. Ada yang dengan ilmunya, ada yang dengan kemampuan ber-olahraga, dengan kepandaiannya berbicara, dan lain sebagainya. Siapa yang tidak tahu batik yang sekarang sudah mendunia, bahkan dijadikan pakaian resmi Nelson Mandela? Siapa yang tidak tahu enaknya rendang dari Padang atau indahnya pantai-pantai di Bali & Lombok? Tidakkah anda tahu betapa meriahnya tepukan tangan ketika anak-anak bangsa ini menjadi juara di olimpiade-olimpiade matematika, fisika, catur dan lain sebagainya? Tidakkah anda tahu betapa senangnya sang juara dunia saat Indonesia Raya dinyanyikan ketika penganugrahan medali di kejuaraan-kejuaraan olahraga.  Tenanglah kawan, masih banyak yang bisa kita banggakan dari Indonesia ini. Tapi, cukupkah itu semua bagimu kawan? Tidak maukah kamu menjadi seperti mereka yang telah membuat bangga Indonesia?

Sungguh hai kawan, jangan lah pernah puas dengan kebaikan yang kau lakukan, teruslah lakukan dengan diiringi rasa syukur dan doa kepada Sang Pencipta. Teruslah berbuat untuk bangsamu ini. Terkadang kita berfikir apa yang perlu kita lakukan, tapi lihatlah kawan, masih banyak yang perlu kita lakukan. Masing ingatkan tentang kritik-kritik tadi,  keluhan orang-orang serta rasa tida puas hati mereka. Nah, tugas kita bukan ikut mengkritik, apa lagi mengeluh. Tapi tugas kita adalah membenahi apa yang kurang, apa yang dikritik tadi. Saya rasa sudah banyak sekali pengkritik di Indonesia ini, tidak ada kita pun rasanya sudah cukup. Yang bangsa ini perlukan sekarang adalah orang-orang yang menerima kritik tersebut dan mencari solusinya bukan?

Salah satu masalah yang dihadapi oleh generasi hari ini adalah munculnya perbedaan. Ketika kita ditanya, “Apa sih yang harus kita ubah supaya Indonesia bisa lebih baik? Jawaban kita pun beragam, ada yang bilang sistemnya, ada pemerintahnya, ada pendidikannya, dan lain sebagainya. Jawaban pun pasti beragam ketika kia ditanya tentang apa yang akan kita lakukan untuk Indonesia. Nah, janganlah niat baik kita terhenti karena adanya perbedaan. Sadarkah jika kita kerap terjebak pada perbedaan pandangan lalu lupa mengingat bahwa meski berbeda, kita punya satu tujuan yg sama? Berkaca pada proses memperjuangkan kemerdekaan, bukankah cara memperolehnya juga beragam? Tidak hanya dengan bambu runcing, tapi juga dengan duduk untuk berunding. Bukan hanya pejuang Jawa, tapi juga pemuda Sumatera. Bukan hanya para pemuda tapi juga yang tua. Semuanya begerak dengan kemampuan masing-masing, untuk sebuah visi yang sama, Merdeka! Kalau hari ini kita masih gagap dalam menyikapi perbedaan dan menganggap perbedaan harus kita “seragam”kan menurut versi yang menurut kita “paling benar”, merdeka di tengah perbedaan mungkin hanya akan jadi angan-angan. Perbedaan bukan ancaman yg harus “dilawan” dgn kekerasan–hingga aspek kemanusiaan seseorang diabaikan.


Berbagai prestasi yang mengagumkan ditorehkan negara Indonesia. Permasalahan negara tentu harus diselesaikan. Sebagai bangsa yang tangguh, Indonesia harus keluar dari masalah-masalah tersebut. Harapan yang ditanamkan para pendiri bangsa kepada pemuda. Maka dari itu, ayolah kawan, masing-masing dari kita melakukan sesuatu untuk Indonesia kita. Siapapun anda, dokter atau guru atau petani atau politikus maupun pelajar, ayolah berbuat sesuatu untuk Indonesia. Apa yang kita perlukan hanyalah kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa untuk menuju Indonesia yang lebih baik.






Eid Mubarak!


Praise be to Allah, prayers and peace be upon the Seal of the Prophets and Messengers, Muhammad PBUH and his family and companions.

Peace and mercy of God be upon you all, and Eid Mubarak.

Here we are overwhelmed by feelings of happiness, joy, and pleasure, that God has blessed us with fasting month of Ramadan, the month of the Qur’an, the month of virtue and charity, all our thanks to Allah for gracing us with fasting this holy month, and blessing us a happy Eid, full of joy and love and happiness. We pray to for everlasting blessings. All thanks and gratitude to Allah Almighty.

In this occasion, on behalf the administrators and all curators, we would like to ask everyone for forgiveness if there are any wrongdoings of ours, intentionally or unintentionally, especially during our curating period.

Let’s spread joy and happiness on this Eid, and let’s take this great occasion as a chance for reviving the spirit of kindness and bonding among us, old and young, rich and poor. Our Eid is an occasion of mercy and love, goodness and blessing, so let’s wipe off sadness from the face of the sad people, and help the weak and needy, in tribute to the exploits of Islam, and tied to the bonds of solidarity in our society.

Thanks to Allah for these. God, forgive us and accept our deeds, and bless our country and all over the world with peace, justice and prosperity.

Eid Mubarak!,

On Behalf @WeRIndonesian administrators.                                                                                        @AndinIbrahim – @TrisnaJati – @SheylaMcF – @RAKemal – @fathyrayyan

WeRIndonesian : An Indonesian Rotation Curation

What is Rotation Curation? #RotationCuration or #RotCur is the concept of rotating the spokesperson on a broad scoped social media account. Such a scope can be a location, a country, an organisation, a group, and so on.

The concept originated December 10, 2011, when Svenska Institutet and VisitSweden launched Curators of Sweden. The project hands the official Twitter account @Sweden to a new Swedish person every week to manage, with the expressed goal to manifest Swedish diversity and progressiveness through their own personality.

How about Indonesia ?

Indonesia has launched its Rotation Curation Twitter @WeRIndonesian at March 13, 2013. Its concept basically is not different with other countries’ RC. In this account, the curators will share anything comes out from their mind. Sharing their opinions, knowledge, experience and anything. About the culture, peoples, foods, places, education, politics, environment, etc. The Curators of @WeRIndonesian will be shifted every Wednesday. The curator would be from an Indonesian which live from various places & cities in Indonesia and aboard.